Pelajaran Berharga dari Membaca Buku

Buku, buku, temanku bicara. Buku, buku, teman terbaikku…

Ceritanya Pak Suami suka banget nyanyi lagu itu sejak kami menikah 10 tahun lalu. Saya bertanya, lagu apaan sih itu? Paksu bercerita kalau di masa sekolah dasar, dia punya teman sekelas yang suka sekali baca buku. Sukaaaaaaa sekali baca buku. Sampai-sampai kalau ada giliran nyanyi di depan kelas, si teman ini menyanyikan lagu itu. Siapa yang menciptakan lagu itu? Entah ya, mungkin ciptaan dia sendiri. Saking sukanya baca buku.

Tema tantangan menulis KLIP minggu ini (periode 23 – 29 Agustus 2021) juga adalah tentang buku. Judulnya: “Pelajaran berharga dari sebuah buku.” Karena itu saya ingin berbagi di sini apa arti membaca buku bagi saya.

Waktu saya kecil, saya juga adalah seorang kutu buku. Sayangnya mulai sejak masuk SMP saya tidak terlalu sering baca buku lagi. Sejak akhir tahun 2020 kemarin, saya mencoba mendorong diri sendiri untuk membaca lagi.

Tidak terasa sudah ada sekitar 16 buku yang saya selesaikan. Beberapa tebal, dan beberapa buku tipis yang mudah dibaca. 16 tentunya bukan angka yang fantastis. Banyak orang mentargetkan untuk paling tidak membaca 50 selama setahun, dengan perkiraan waktu membaca sekitar 30 menit setiap hari.

Di dalam kenyataan memang saya tidak setiap hari membaca. Atau baru membaca 5 menit langsung kepingin tidur. Tapi toh saya senang bahwa akhirnya ada beberapa buku yang sudah selesai saya baca. Buku-buku yang sudah saya mulai 7 tahun lalu dan tidak pernah saya selesaikan 🙈

Berikut adalah daftar hal-hal yang saya anggap bermanfaat selama setahun kembali membaca buku.

Fokus pada satu subjek

Salah satu masalah yang sedang saya perangi adalah ketergantungan saya kepada internet. Kebiasaan browsing di internet membuat saya sangat sulit untuk fokus pada satu hal. Sangat mudah untuk beralih perhatian ke sana dan kemari.

Semua hal rasanya harus dibaca atau ditonton. Membaca buku terutama membaca buku fisik membuat saya lebih mudah untuk fokus. Lebih berguna rasanya waktu 15 menit untuk membaca buku dibandingkan 15 menit terbuang percuma browsing hal-hal yang tidak perlu di internet.

Pengantar tidur

Membaca buku sebagai aktivitas terakhir di malam hari juga menolong saya untuk tenang sebelum tidur. Pikiran yang fokus pada satu hal jauh lebih relax dibanding pikiran setelah browsing internet secara acak.

Hal yang biasa saya lakukan adalah kalau tidak membaca buku fisik, juga membaca buku di Kindle reader. Saya sengaja beli Kindle reader supaya tidak membawa HP ke tempat tidur dan bisa fokus pada satu atau dua bacaan.

Pengetahuan yang mendalam

Buat saya, membaca buku itu bisa juga terasa seperti membaca beberapa artikel blog dengan satu subjek yang sama. Terkadang memang terasa juga bahwa satu atau dua topik bisa dibahas berulang-ulang dalam beberapa bab. 

Tetapi justru karena ada pengulangan inilah saya belajar lebih dalam tentang topik tersebut. Proses ini meninggalkan kesan yang lebih mendalam daripada sekedar browsing artikel di internet mengenai hal tersebut.

Membuka wawasan

Harus diakui kalau sebelum mulai membaca lagi, saya sering berpikir kalau saya sudah tahu banyak hal. Ternyata saya salah. Melalui membaca buku wawasan saya menjadi lebih luas. Saya sadar bahwa ada banyak hal yang belum saya kuasai.


Lucunya, semakin kita membaca buku, semakin kita haus akan ilmu-ilmu baru yang bisa kita dapatkan di buku itu ataupun dari buku yang lain. Kesadaran bahwa pengetahuan saya masih kurang membuat saya lebih ingin belajar lagi.

Sebagai contoh soal, dulu saya merasa malas (dan tidak sempat) membaca buku parenting. Setelah membaca beberapa buku yang baik, saya sadar bahwa ada banyak konsep dan cara yang saya pakai di dalam peran saya sebagai orangtua itu sebenarnya tidak kuat atau belum baik.

Setelah membaca beberapa buku parenting, saya menyadari bahwa kalau saya marah kepada anak-anak, itu bukan sekedar kemarahan yang simple saja, tapi juga bisa merupakan akibat dari faktor a, b, dan c. Atau buku juga membuat saya paham bahwa disiplin pun bisa diwujudkan dalam bentuk d, e, atau f – instead of memakai cara marah-marah yang saya lakukan.

Mengerti diri sendiri

Membaca buku juga membuka wawasan saya terhadap orang lain – pengalaman mereka, kepribadian mereka, prinsip hidup mereka. Dan secara bersamaan saya juga melakukan refleksi terhadap diri sendiri. Belajar tentang kehidupan orang lain menolong saya belajar tentang diri sendiri.

Memberi mimpi

Seperti katak yang baru keluar dari tempurung, saya merasa banyak dicerahkan setelah membaca buku. Ide, pengetahuan, konsep, prinsip yang saya pelajari melalui membaca mendorong saya untuk ingin tumbuh lebih tinggi lagi.

Membaca buku membuat saya ingat kalau saya pernah punya mimpi. Dan lewat membaca buku saya dimampukan untuk melihat banyak pintu yang terbuka untuk mewujudkan mimpi saya, bahkan untuk membuat mimpi yang baru.

Penutup

Masih banyak lagi sebenarnya pelajaran dan manfaat yang saya rasakan dalam setahun belakangan ini. Pelajaran dari membaca buku. Semoga bisa saya bagikan di kemudian hari.

Selamat membaca buku!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s